Jumat, 20 April 2018

Foodgram: Berawal Dari Hobi, Menghasilkan Royalti


Minat netizen terhadap media sosial, khususnya instagram, kini semakin meningkat. Selain digunakan sebagai album digital, banyak pula netizen yang pintar memanfaatkannya menjadi ladang bisnis. Kini banyak bermunculan di instagram, akun yang me-review mengenai makanan atau yang biasa disebut foodgram. Para foodgram ini mulai eksis karena banyaknya minat netizen pada Instagram. Sehingga memunculkan netizen kreatif, dan mulai merintis sebuah akun berisi ulasan beraneka ragam kuliner.
Sebagai contoh muncul akun seperti @eatventure.ic, @nongkrong_jogja, @jogjaculinary, dan masih banyak lagi akun foodgram yang khusus meliput berbagai kuliner di Yogyakarta. Akun-akun tersebut membuat komunitas dengan nama Foodgram Yk, dan saat ini sudah memiliki sekitar tiga puluh anggota. Mereka juga rutin melakukan gathering sebulan sekali untuk sharing ilmu atau sekedar hunting makanan bersama.
Pengelola akun foodgram banyak berasal dari kalangan anak muda. Sebut saja akun @eatventure.inc, yang dikelola oleh mahasiswa semester dua yaitu Mohammad Rifqi. Rifqi mengaku sudah menggeluti bidang ini semenjak duduk dibangku kelas dua SMA. Berawal dari hobinya memotret makanan, kini akun instagram Rifqi berkembang menjadi akun yang bernilai profit. Dalam sebulan Rifqi dapat mengantongi paling sedikt delapan ratus ribu rupiah. @eatventure.inc sendiri kerap mendapat profit dari restaurant atau caffe yang ingin melakukan promosi dengan cara kerjasama yang mengutungkan kedua belah pihak. Namun, lain halnya dengan penjual makanan kecil atau biasa kita sebut streetfood. Untuk kasus streetfood, Rifqi membuat pengecualian untuk tidak mengambil keuntungan saat me-review makanannya. Melainkan atas inisiatifnya sendiri.
 Kesuksesan yang diraihnya tentu tak lepas dari strategi Rifqi untuk tetap eksis di Instagram. Salah satunya dengan mengusung caption unik dan panggilan khusus dirinya untuk para followersnya. “Masmin” atau sebutan Rifqi kepada followersnya, menjadikan ciri khas yang membedakan @eatventure.inc dengan akun foodgram lainnya. Selama menjadi foodgram, Rifqi merasakan sensasi tersendiri saat foto makanannya berhasil menggugah selera makan netizen. Namun, ada kalanya impression netizen turun dan membuat akun miliknya kurang dilirik. Untuk menanggapi hal ini, Rifqi mengaku siap melebarkan sayapnya ke sosial media lain yaitu Youtube. Dengan tampilan barunya sebagai vlogger, diharapkan dapat kembali meningkatkan impression netizen terhadap @eatventure.inc.
Dalam kesehariannya sebagai seorang foodgram dan mahasiswa, Rifqi mengaku tetap mengutamakan kuliahnya. Dirinya tetap bisa mencuri waktu untuk melakukan hunting makanan, ditengah jadwal kuliah yang padat. “Kalo dibilang menyita sih enggak ya, karena aku lebih ngutamain kuliah juga. Tapi kalo misal pas waktu senggang atau kelas kosong biasanya sih aku langsung pergi buat hunting makanan.” tutur pemuda 18 tahun tersebut. (dna)

Jumat, 06 April 2018

Review film State of Play (2009)


A.     Pemeran Film:

1.      Cal McAffrey                (Rusell Crowe)
2.      Stephen Collins             (Ben Affleck)
3.      Della Frye                     (Rachel McAdams)
4.      Cameron Lynne             (Helen Mirren)
5.      Anne Collins                 (Robin Wright Penn)
6.      Dominic Foy                 (Jason Bateman)
7.      George Fergus               (Jeff Daniels)
8.      Robert Bingham            (Michael Berresse)
9.      Sonia Baker                   (Maria Thayer)
10.  Deshaun Stagg               (Ladell Preston)
11.  Vernon Shando              (Dan Brown)
12.  Rhonda Silver                (Katy Mixon)
13.  Mandi Brokaw               (Sarah Lord)
14.  Detective Bell                (Harry Lennix)

B.     Konflik Cerita:

Cal seorang wartawan senior dibantu dengan Della Fryer yang merupakan wartawan junior ingin mengungkapkan kebenaran atas kasus pembunuhan yang ternyata saling berkaitan. Karena seluruh bukti yang didapatkan Cal dan Della mengarah pada Perusahaan PointCorp, sehingga membuat Cal berspekulasi bahwa PointCorp adalah dalang dibalik pembunuhan Sonia Baker, serta dua orang lainnya.
Deshaun Stagg yang mencuri tas dari penguntit Sonia Baker, berakhir tewas saat berusaha menjual kembali tas yang dicurinya kepada pemiliknya demi sejumlah uang. Sedangkan Vernon Shando yang menjadi saksi mata terbunuhnya Deshaun juga akhirnya meninggal dirumah sakit saat sebelumnya ia koma karena tertembak peluru di kepalanya.
Sthepen Collins seorang anggota kongres dan juga atasan Sonia Baker, ternyata berselingkuh dari istrinya Anne Collins. Stephen berselingkuh dengan Sonia, namun Sthepen juga mengetahui bahwa Sonia adalah mata-mata yang dikirimkan PointCorp untuk mengawasinya. Hal ini membuat Stephen menugaskan Robert Bingham untuk mengawasi gerak-gerik Sonia, namun naas karena kondisi kejiwaan Robert yang tidak stabil mengakibatkan Sonia terbunuh di Stasiun.
Cal dan Della terus berusaha mengumpulkan narasumber serta bukti, walau nyawa mereka adlah taruhannya. Singkat cerita setelah melewati proses panjang, dan Cal akan menerbitkan berita bahwa PointCorp yang bertanggung jawab atas kematian Sonia, Deshaun dan Vernon. Cal akhirnya menyadari adanya kejanggalan. Sehingga terungkaplah bahwa selama ini Stephen Collins yang menugaskan Robert untuk mengawasi Sonia, bukan PointCorp. Sehingga dapat disimpulkan Robert Bingham bekerja untuk Stephen Collins.

C.     Elemen Jurnalistik:

Dalam film State of Play dimana Cal McAffrey sebagai tokoh utamanya dibantu dengan Della Fryer, mereka berdua berusaha mengungkapkan kasus berdasarkan kebenaran sesuai dengan poin pertama elemen jurnalistik. Bahwa kewajiban pertama jurnalis adalah kebenaran. Cal dan della tidak menyerah begitu saja saat mengalami kesulitan mencari bukti dan mendapatkan narasumber, mereka terus berusaha mendapatkannya walau nyawa mereka juga terseret dalam bahaya. Karena yang mereka inginkan adalah sebuah kebenaran dari kasus pembunuhan, untuk di tulis di media cetak dan disebarkan ke publik. Publik berhak mengetahui kebenarannya, karena berita yang beredar di media saat itu masih simpang siur terkait kematian Sonia Baker. Keinginan Cal untuk memberitahukan kebenaran ke public ini sesuai dengan poin kedua elemen jurnalistik, bahwa loyalitas pertama jurnalisme adalah warga. Di samping itu kakus Sonia Baker rupanya berhubungan dengan rumah tangga sahabatnya Stephen dan Anne, sehingga membuat Cal tergerak untuk menuntaskan kasus pembunuhan ini.
Pada poin ketiga elemen jurnalistik juga menyebutkan bahwa esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Yang dimaksud disiplin verifikasi tersebut mencakup 5 hal, yang pertama yaitu tidak menambah atau mengarang apapun. Dalam film ini baik Cal maupun Della tidak mengarang atau menambah apapun pada berita yang mereka tangani. Yang kedua jangan menipu atau menyesatkan pembaca, Cal dan Della karena mencari berita dengan niat kebenaran maka sudah jelas tidak akan menipu atau menyesatkan pembaca dengan berita hoak. Yang ketiga bersikap transparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi dalam melakukan reportase. Dalam hal ini Cal dan Della bersikap professional saat melakukan reportase, dengan motivasi Cal mencari kebenaran dan mencoba membantu sahabatnya mengungkap kasus pembunuhan Sonia yang mengarah pada PointCorp sebagai dalangnya. Yang keempat dan kelima, jurnalis harus bersandar pada reportase sendiri serta bersikap rendah hati. Disini Cal dan Della tetap mengumpulkan bukti serta narasumber sendiri, tanpa menggunakan sumber serta bukti yang belum diketahui kebenarannya. Mereka juga tidak bersikap arogan saat melakukan pengumpulan bukti-bukti pembunuhan.
Selanjutnya poin keempat elemen jurnalistik harus menjaga menyebutkan bahwa jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya. Walaupun Cal berusaha mengungkapkan kebenaran, namun dirinya juga memiliki motif untuk membantu sahabatnya sehingga tidak memenuhi poin keempat elemen jurnalistik pada awalnya, namun diakhir cerita jelas bahwa Cal membongkar kedok sahabatnya dan tetap menerbitkan berita ke surat kabar walau sahabatnya sendiri yang bersalah. Sehingga pada akhir film State of Play, perbuatan Cal sesuai dengan poin keempat bahwa dia bias menjaga independensi dan tidak terkait pihak manapun. Poin kelima elemen jurnalistik menyebutkan baha jurnalis harus bertindak sebagai independen terhadap kekuasaan, kekusaan dalam film ini adalah PointCorp yang merupakan perusahaan besar dan kuat. Karena pada awalnya semua bukti mengarah pada PointCorp, dan saat itu terjadi Cal serta Della tidak berusha menutupi fakta tersebut dan mereka terus menggali kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Pada poin keenam elemen jurnalistik yang menyebutkan bahwa jurnalisme menyediakan forum bagi publik untuk komentar, kritik, dan kompromi publik pada film ini tidak diperlihatkan. Selanjutnya pada poin ketujuh elemen jurnalistik yang menyebutlkan jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi relevan pun kurang diperlihatkan secara detail. Film ini lebih fokus terhadap integritasnya sebagai wartawan begitu juga dengan Della yang berusaha belajar mengenai jurnalistik kepada Cal. Selanjutnya pada poin kedelapan yaitu jurnalis harus menjega agar beritanya komprehensif & proposional maka jurnalis perlu riset pasar. Pada poin kedelpan ini sangat ditonjolkan pada film State of Play dimana hamper setiap bukti-bukti yang didapatkan oleh Cal dan Della, mereka terjun ke lapangan langsung untuk mencari kebenaran atas bukti-bukti tersebut. Poin terakhir yaitu poin kesembilan elemen jurnalistik menyebutkan bahwa jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti hati nurani mereka. Cal dan Della selalu berdasarkan hati nurani mereka dalam menumpas kasus pembunuhan tersebut, sehingga menimbulkan misi Cal dan Della untuk mendapatkan berita yang benar dari kasus tersebut.
Dari hasil pengamatan saya terhadap film State of Play, saya menemukan bagian-bagian menarik yang berkaitan dengan 9 elemen jurnalistik.
·         01 : 40 : 38, pada menit ini Cal menugaskan Della untuk segera mewawancarai Vernon Shando yang dikabarkan akan segera sadar. Cal dan Della berusaha terjun langsung kelapangan demi untuk mendapatkan keterangan dari Vernon yang merupakan saksi mata penembakan terhadap Deshaun Stagg. Pada menit ini Cal mengatakan “Look, this is a real story”. Maksudnya, mereka harus mendapatkan bukti dengan terjun ke lapangan, karena isi kisah nyata sehingga tidak boleh ada kesalahan.
·         01 : 15 : 01, pada menit ini Cal mengatakan “She is not credible” kepada Cameron Lynne yang merupakan atasannya dikantor. Pada menit ke 01 : 15 : 35 Cal menolak mempublikasikan pernyataan Rhonda Silver selaku mantan teman sekamar Sonia. Karena Cal menilai Rhonda hanya menjual foto sensualitas temannya yang sudah meninggal. Cal juga tidak peduli bahwa surat kabar lain berlomba-lomba mengangkat pernyataan Rhonda dan dijadikan headline utama, karena bagi Cal pernyataan Rhonda hanya omong kosng dan sebuah pengalihan isu. Bahwa disini yang menjadi berita utamanya adalah PointCorp yang diduga sebagai dalang pembunuhan Sonia Baker.
·         01 : 15 : 55, pada menit ini Cal dan Cameron bertengkar, karena Cameron mendesak Cal untuk mempublikasi pernyataan Rhonda. Karena menurut Cameron,petinggi surat kabar tempat Cal dan Cameron bekerja lebih tertarik dengan penjualan bukan kebijakan. Namun walau begitu Cal tetap bertahan untuk tidak mempublikasi pernyataan Rhonda, karena Cal hanya akan mempublikasi kebenaran bukan sensasi semata.
·         01 : 23 : 17, pada menit ini Cal mengatakan bahwa “Surat kabar bisa melencengkan berita ini sesuka hati mereka”
·         01 : 23 : 17, pada menit ini menceritakan bahwa Cal memegang prinsip untuk tetap mempublikasikan kebenaran, karena Cal yakin masih ada masyarakat yang dapat membedakan berita sungguhan atau berita omong kosong.

Rabu, 21 Maret 2018

Analisis Berita Berdasarkan News Value, 5W+1H dan Efeknya


Kepala BNN: Harga Narkoba di China Rp 20 Ribu, di Iran Rp 50 Ribu, di Indonesia Rp 1,5 Juta per Gram

(Selasa, 20 Maret 2018 19:30 WIB)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko mengungkapkan bahwa bisnis narkoba di Indonesia merupakan bisnis yang sangat menggiurkan sehingga Indonesia dijadikan target pasar yang strategis bagi sindikat pengedar narkoba internasional.

Heru mengatakan bahwa harga narkoba di Indonesia jauh lebih fantastis dibandingkan dengan harga narkoba di negara lain seperti Cina dan Iran.

"Sindikat narkoba internasional menargetkan Indonesia karena harganya yang fantastis di sini. Di Cina harga per gram setara Rp 20 ribu, di Iran Rp 50 ribu, tetapi di Indonesia bisa mencapai Rp 1,5 juta. Jadi memang permintaannya juga tinggi," jelas Heru, Selasa (20/3/2018). Hal itu disampaikan Heru saat menjadi pembicara di Forum Medan Merdeka 9 dengan tema "Pemerintah Serius Tangani Narkoba" yang digelar di Kemenkominfo, Jakarta Pusat.

Sementara itu pembicara lain yang merupakan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan membenarkan hal tersebut.

Ia menyebutkan bahwa harga narkoba di Indonesia melambung tinggi dibandingkan negara lain karena diimbangi dengan banyaknya permintaan.

"Sebanyak 1,77 sampai 2,8 persen penduduk Indonesia atau setara 3,3 - 5,1 juta penduduk Indonesia menkonsumsi narkoba dan prevalensi meningkat 2,8 persen serta penggunanya usia produktif. Pemakai teratur sekitar 1,4 juta, pecandu 943 ribu, sementara 1,6 - 2 juta masyarakat Indonesia menyatakan ingin mengkonsumsi narkoba."

"Sementara 13 ribu mengkonsumsi narkoba secara berlebihan mengakibatkan 33-41 orang mati setiap harinya karena narkoba," terang Arteria Dahlan secara detail.

Oleh karena mengancam keselamatan masyarakat Indonesia, Arteria Dahlan mengatakan bahwa hukuman mati pantas bagi bandar dan pengedar narkoba di Indonesia.

"Ini bukan sekedar proses transaksi yang melawan hukum tapi ini penyerangan kepada negara, sumber daya manusia produktif kita terancam. Yang diperlukan bukan lagi pendekatan melawan hukum, hukuman mati tidak ada urusan, dan jangan bicara lagi soal hak asasi manusia (HAM) kalau bicara pemberantasan narkoba," tegasnya.

Sumber:
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kepala BNN: Harga Narkoba di China Rp 20 Ribu, di Iran Rp 50 Ribu, di Indonesia Rp 1,5 Juta per Gram, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/20/kepala-bnn-harga-narkoba-di-china-rp-20-ribu-di-iran-rp-50-ribu-di-indonesia-rp-15-juta-per-gram.
Penulis: Rizal Bomantama     
Editor: Hasanudin Aco

Menganalisis Berita Berdasarkan News Value

·        Signifikan : Berita diatas saya nilai penting karena memberitahukan kepada masyarakat bahwa Indonesia merupakan sasaran yang cocok dijadikan sebagai pasar bisnis narkoba, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati agar tidak terjerumus pada narkoba. Dijelaskan juga bahwa hukuman bagi Bandar atau pengedar narkoba, agar masyarakat tidak berani mencoba untuk mengedarkan narkoba terutama di Indonesia.
·        Timelines : Update dan ketepatan berita diatas adalah baik karena sesuai dengan acara Forum Medan Merdeka 9 dengan tema "Pemerintah Serius Tangani Narkoba" yang digelar di Kemenkominfo, Jakarta Pusat. Dimana narasumber tengah memaparkan mengenai narkoba yang merupakan inti berita.
·        Proximity : Kedekatan lokasi, budaya, dan grafis berita diatas adalah untuk seluruh masyarakat Indonesia. Karena isi berita diatas berisikan harga narkoba di Indonesia, intensitas penggunaan narkoba oleh masyarakat Indonesia, serta hukuman bagi pengedar narkoba di Indonesia.
·        Magnitude : Efek berita diatas tentunya besar bagi masyarakat Indonesia, karena masalah narkoba bukan lagi sekedar proses transaksi yang melanggar hukum. Namun  disebut sebagai ancaman terhadap suatu negara, yang menyerang sumber daya manusia produktif suatu negara.
·        Prominence : Keterkenalan berita ini hanya untuk masyarakat Indonesia saja karena berita diatas merupakan berita nasional yang membahas permasalahan narkoba di Negara Indonesia.
·        Conflict : Masalah yang terdapat pada berita diatas adalah bahwa Indonesia dijadikan target pasar yang dinilai strategis oleh sindikat narkoba Internasional, karena harga narkoba di Indonesia terhitung mahal dengan 1,5 juta per gram dan permintaan narkoba yang cukup tinggi. Hal ini sangat mengancam Indonesia, karena rata-rata pemakai narkoba adalah sumber daya manusia produktif Indonesia. Sehingga pemerintah menetapkan hukuman mati bagi para pengerdar narkoba di wilayah Indonesia, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menuntas permasalahan narkoba.
·        Human Interest : Berita tersebut menggugah perasaan saya dan mungkin masyarakat Indonesia. Karena tingginya permintaan narkoba di Indonesia. Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa sebanyak 1,77 sampai 2,8 persen penduduk Indonesia atau setara 3,3 - 5,1 juta penduduk Indonesia menkonsumsi narkoba dan prevalensi meningkat 2,8 persen serta penggunanya usia produktif. Pemakai teratur sekitar 1,4 juta, pecandu 943 ribu, sementara 1,6 - 2 juta masyarakat Indonesia menyatakan ingin mengkonsumsi narkoba.

Menganalisis Berita Berdasarkan Unsur 5W+1H Beserta Efeknya

·        What : Apa topic berita diatas?
Topik berita diatas adalah mengenai peredaran narkoba di Indonesia yang mengkhawatirkan, karena Indonesia dijadikan pasar narkoba yang strategis oleh bandar narkoba internasional.
·        Who : Siapa yang memaparkan mengenai peredaran narkoba?
Pemaparan mengenai peredaran narkoba diatas dijelaskan oleh Irjen Pol Heru Winarko selaku kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Arteria Dahlan selaku Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.
·        Where : Dimana data berita diatas diperoleh?
Data dari berita diatas diperoleh melalui Forum Medan Merdeka 9 dengan tema "Pemerintah Serius Tangani Narkoba" yang digelar di Kemenkominfo, Jakarta Pusat.
·        Why : Mengapa Indonesia dijadikan pasar narkoba yang strategis?
Indonesia dijadikan pasar narkoba yang cukup strategis oleh bandar narkoba internasional karena mahalnya harga narkoba per gram di Indonesia serta permintaan narkoba yang cukup tinggi.
·        How : Bagaiman tanggapan pemerintah mengenai permasalahan narkoba?
Pemerintah telah mencoba mengatasi permasalah narkoba dengan serius dengan menetapkan hukuman mati bagi para pengedar atau bandar narkoba di wilayah Indonesia.
·        Effect : Apa efek dari peredaran narkoba bagi Indonesia?
Peredaran narkoba di Indonesia dengan harga yang mahal dan angka peminat yang cukup tinggi, menjadikan Indonesia sebagai pasar narkoba yang strategis. Hal ini tentunya membawa dampak negatif bagi Negara Indonesia, karena rata-rata pemakai narkoba berada pada usia produktif. Sedangkan usia produktif merupakan sumber daya manusia yang dibutuhkan Indonesia untuk membangun dan memajukan Negara Indonesia. Apabila sumber daya manusia produktif Indonesia telah dirusak oleh narkoba, maka tentunya hal ini menjadi ancaman besar bagi Negara Indonesia yang harus segera diatasi dengan serius oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

Sabtu, 16 Desember 2017

LAPORAN KUNJUNGAN RRI


A.    Sejarah Radio Republik Indonesia (RRI)
Radio Republik Indonesia (RRI) merupakan stasiun radio milik pemerintah Indonesia yang didirikan pada tanggal 11 September 1945, RRI memiliki slogan “Sekali di udara, tetap di udara”. RRI didirikan oleh beberapa orang pelopor yang sebelumnya aktif di radio jepang, dan terpilihlah Abdulrahman Saleh sebagai ketua RRI yang pertama. Pada awal mula terbentuknya RRI, para tokoh pendiri RRI membentuk 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI. Butir Tri Prasetya yang ketiga merefleksikan komitmen RRI untuk bersikap netral tidak memihak kepada salah satu aliran/keyakinan partai atau golongan. Hal ini memberikan dorongan serta semangat kepada penyiar RRI pada era Reformasi untuk menjadikan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan mandiri serta senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
Dalam sejarah perkembangan kelembagaannya, RRI telah mengalami perubahan kelembagaan dari awal mula didirikannya sampai saat ini. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI terdiri dari Dewan Pengawas dan Dewan Direksi. Dewan Pengawas yang berjumlah 5 orang terdiri dari unsur publik, pemerintah dan RRI. Dewan Pengawas yang merupakan wujud representasi dan supervisi publik memilih Dewan Direksi yang berjumlah 5 orang yang bertugas melaksanakan kebijakan penyiaran dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan penyiaran. Status sebagai Lembaga Penyiaran Publik juga ditegaskan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 dan 12 tahun 2005 yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Undang-Undang Nomor 32/2002. Sebelum menjadi Lembaga Penyiaran Publik selama hampir 5 tahun sejak tahun 2000, RRI berstatus sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak mencari untung. Dalam status Perusahaan Jawatan, RRI telah menjalankan prinsip-prinsip radio publik yang independen. Perusahaan Jawatan dapat dikatakan sebagai status transisi dari Lembaga Penyiaran Pemerintah menuju Lembaga Penyiaran Publik pada masa reformasi.
RRI memiliki visi yaitu, terwujudnya RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang terpercaya dan mendunia. Hingga saat ini RRI memiliki 62 stasiun yang tersebar di Indonesia dan siaran luar negri “Suara Indonesia”. RRI khususnya RRI Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 3 program siaran yang disebut Pro 1 fokus pada siaran pemberdayaan masyarakat, Pro 2 siaran kreatifitas anak muda, dan Pro 3 siaran jaringan berita nasional dan kantor berita radio. Sedangkan khusus RRI Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memiliki 5 program siaran, yaitu Pro 1, Pro 2, Pro 3, Pro 4 yang fokus pada siaran kebudayaan Indonesia, dan Channel V sebagai siaran luar negri.



B.     RRI Progama 2 Yogyakarta
RRI Pro 2 adalah program siaran dari RRI yang siarannya fokus pada kreatifitas anak muda, menurut Bapak Erna Rosa selaku kepala seksi Pro 2 FM saat ini fokus siaran Pro 2 adalah mewujudkan agar anak muda mengenal serta peduli terhadap budaya. Disamping itu Bapak Erna Rosa juga memaparkan bahwa RRI memiliki tanggug jawab untuk mewariskan budaya kepada pendegarnya. Progama 2 juga memiliki visi sebagai pusat kreatifitas anak muda, dan memiliki sasaran wilayah pendengar di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan “Sahabat Kreatif” sebagai sapaan pendengarnya, Pro 2 memiliki klasifikasi presentasi siaran yaitu: berita dan informatif 30%, hiburan 40%, kebudayaan 10%, pendidikan 10%, serta iklan dn penunjang 10%. RRI Pro 2 juga menyiarkan musik indonesia sebesar 70% (144 lagu perhari), indie 10% (16 lagu perhari), serta lagu mancanegara 30% (68 lagu perhari). Hal tersebut tertuang dalam kitab panduan penyiaran RRI Progama 2.
RRI memiliki target bagaimana mendekatkan publik dengan media ini secara emosional dengan cara penyesuaian target audience. Apa yang dibutuhkan oleh publik, RRI mencoba untuk melayani dan memenuhi kebutuhan tersebut.Dalam manajemen strategi nya, RRI telah melakukan perkembangan agar tetap eksis dikalangan pendengar radio mengingat saat ini menjamurnya radio-radio swasta dan komunitas sebagai pesaing RRI. Dalam menyikapi fenomena ini menurut Bapak Erna Rosa, RRI telah memfokuskan target pendengar. Karena pada mulanya RRI tidak memiliki target pendengar yang artinya semua kalangan umur adalah sasaran pendengar RRI. Namun saat ini RRI telah memfokuskan target pendengarnya, salah satunya dengan mendirikan RRI Progama 2 yang memiliki fokus target pendengan anak muda pria dan wanita dengan rentang usia 12-25 tahun.
RRI dalam manajemen strateginya juga mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin modern, hal ini bertujuan agar RRI Pro 2 lebih dekat dengan para pendengarnya. Mengingat perkembangan teknologi dan perkembangan radio di Indonesia yang selaras, RRI harus cerdik menyikapi hal ini untuk dapat bertahan. Untuk itu RRI harus bisa bermain di berbagai lini, salah satunya bermain di lini media sosial dan radio streaming/ Langkah yang dilakukan RRI dalam hal ini adalah dengan membuat media sosial di facebook dan twitter, selain itu RRI juga memiliki radio online “RRI Play” yang dapat diunduh pendengar radio di Google Play Store dan App Store.
Selain itu untuk menjaga agar konten yang disiarkan tetap berkualitas, RRI mengadakan rapat evaluasi tahunan yang biasa dilaksanakan di bulan November tiap tahunnya. Dalam rapat ini RRI akan membahas materi terkait program siaran selama 1 tahun, potensi RRI, perombakan program siaran, penambahan program siaran, dan segala hal yang berkaitan dengan program siaran RRI. Menurut Bapak Erna Rosa, pada November 2017 lalu RRI melakukan reformasi agar budaya tidak hanya ditujukan untuk orang tua saja, tetapi anak muda pun dapat menikmati dan mencintai budaya. Disamping itu bapak Erna Rosa juga memberikan sedikit informasi terkait rencana program baru yang dibuat RRI, program ini direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2018. Program baru tersebut diberi nama SKS (Siaran anak Sekolah dan Kampus), tujuan diadakannya program siaran SKS ini adalah sebagai wadah bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin mencoba merasakan siaran agar dapat melakukan siaran di RRI. Mengingat begitu banyak antusias pelajar dan mahasiswa dalam bidang radio, maka program baru ini diharapkan sebagai jalan keluar yang dapat mengasah kreatifitas anak muda khususnya di Yogyakarta.

REFERENSI:
1. www,rri.co.id
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Radio_Republik_Indonesia

Rabu, 29 November 2017

TVRI SEBAGAI TELEVISI PEMERSATU BANGSA


TVRI (Televisi Republik Indonesia) merupakan stasiun televisi pertama yang dimiliki oleh Indonesia. TVRI didirikan pada 24 Agustus 1962, dan berstatus milik negara. TVRI sejak berdirinya memiliki slogan yang brubah-ubah, namun sejak tahun 2012 hingga saat in slogan TVRI yaitu ‘Televisi pemersatu bangsa’. Siaran perdana yang ditayangkan oleh TVRI pada saat itu adalah Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-17 dan disiarkan langsung dari Istana Negara Jakarta. TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Tujuan TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 yaitu untuk melayani informasiuntuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri da tidak komersial. Disamping itu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI yaitu memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melaluipenyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah NKRI.
Pada masa awal berdirinya, TVRI merupakan siaran televisi yang diminati oleh penonton (audience). TVRI memiliki penonton sekitar 82% dari penduduk Indonesia, dan satu-satunya televisi yang jangkauan siarnya mencapai seluruh wilayah Indonesia. Dikarenakan jangkauan siar yang luar serta audience yang banyak, TVRI memiliki modal dan pendapatan yang kuat pada masa itu. Salah satu sektor pemasukan TVRI adalah dari iklan, selain itu pada saat itu biaya operasional TVRI masih dibiayai oleh negara melalui APBN. Dana yang diperoleh TVRI dari iklan sebesar 34% dan mencapai 17-20 miliyar per tahun. Namun pada 5 Januari 1981 Presiden Soeharto melarang pemasangan iklan di televisi, dengan alasan agar media televisi dapat konsentrasi sebagai alat kampanye nasional. Meskipun iklan telah dilarang, namun TVRI masih nenampilkan iklan implisit (terselubung) dalam sejumlah siarannya. Disamping itu pemasukan TVRI selain dari iklan, menurut Arswendo Atmowiloto yang merupakan pengamat televisi dan hiburan memaparkan bahwa TVRI mencari pemasukan dana bukan dari menjual program acara, namun menyewakan studio nya yang paling bagus senilai Rp 300 juta per bulan untuk kuis Who wants to be a millionaire yang ditayangkan di RCTI. (Atmowiloto dalam Tempo, 2003)
Jika kita amati TVRI dalam era modern saat ini, TVRI mengalami penurunan jumlah audience. Hal ini disebabkan oleh tumbuhnya televisi swasta di Indonesia sejak tahun 1990. Tercatat hingga saat ini Indonesia memiliki 10 stasiun televisi swasta yang melakukan siaran nasional. Jumlah itu belum ditambah dengan stasiun televisi lokal dan komunitas yang juga berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Kebanyakan isi siaran yang disiarkan oleh televisi swasta adalah hiburan seperti sinetron dan reality show, sehingga dianggap lebih menarik oleh audience. Untuk menyikapi persoalan ini, TVRI mulai berbenah di jajaran programnya. Demi mengimbangi televisi swasta, kini program acara TVRI berkembang dengan adanya acara katun anak-anak, informasi seputar selebriti, dan acara lainnya. Selain berkembangnya program siaran, kini TVRI memanfaatkan kemajuan teknologi dan internet dengan membuka akun Twitter dan Facebook dan aplikasi streaming di android. Selain di bidang program acara, TVRI juga melakukan pembenahan baik dibidang SDM (Sumber Daya Manusia), marketing, struktur organisasi, dan keuangan. Hal ini sebagai wujud bahwa TVRI serius dalam menyikapi para pesaingnya, baik dari sesama stasiun televisi maupun dari jenis media lain seperti radio dan internet. Khusus mengenai SDM, TVRI melakukan pembenahan restrukturisasi bertujuan agar dapat mengetahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, dan mengetahui kemampuan masing-masing karyawan yang ada dalam struktur organisasi apakah sudah sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan. Dengan melakukan restrukturisasi tersebut, TVRI dapat mengambil langkah apakah perlu mencari tenaga profesional dari luar atau cukup dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di TVRI.
Dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan bahwa masih berdirinya TVRI sejak 1962 hingga saat ini melalui banyak perubahan. Perubahan-perubahan itu tentunya diharapkan membawa TVRI menjadi saluran televisi menjadi lebih baik, terlebih TVRI merupakan stasiun televisi negri milik pemerintah yang seharusnya menayangkan siaran yang mendidik, informatif, netral, dan bermanfaat bagi audience. Perubahan yang dialami TVRI pun tidak sedikit contohnya perubahan logo, slogan, dan strategi pemasaran. TVRI mampu mengemas semua perubahan tersebut dengan baik sehingga TVRI masih mampu berdiri hingga saat ini walaupun jumlah audience nya tidak sebanyak seperti pada masa belum adanya stasiun televisi swasta. Sebagai warga negara Indonesia dan peonton televisi di negara ini, kita harus lebih menghargai stasiun televisi milik negara. Karena TVRI merupakan satu-satunya stasiun televisi milik pemerintah yang dimiliki Indonesia, serta stasiun televisi tertua yang dimiliki negara ini yang telah merekam berbagi peristiwa. Sangat disayangkan apabila kita hanya melirik stasiun televisi swasta saja, sedangkan kita juga memiliki stasiun televisi negri.


REFERENSI:

https://bit.ly/2zP5MiE
http://bit.ly/2Af6rcr
http://bit.ly/2AGNj8a
http://bit.ly/2zQmGgT

Jumat, 13 Oktober 2017

Strategi Radio Prambors Dalam Mempertahankan Eksistensinya


            Radio di Indonesia bermula secara resmi pada tanggal 11 September 1945. Seiring berkembangnya zaman, radio di Indonesia pun ikut berkembang dan populer dari tahun ke tahun. Sehingga banyak bermunculan stasiun radio baru di Indonesia yang berkembang. Salah satu radio di Indonesia yang cukup populer adalah Prambors. Prambors adalah siaran radio yang ditujukan untuk kawula muda Indonesia, dan didirikan di Jakarta pada tahun 1971. Prambors memiliki jangkauan siar yang luas yakni di 8 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Solo dan Yogyakarta. Pada era modern saat ini televisi dan internet merupakan media pesaing yang cukup ketat bagai radio, salah satunya bagi radio Prambors. Berdasarkan data dari The Nielsen Company (US) terkait presentase pengguna media yakni televisi (96%), internet (40%), dan radio (38%) pada kuartal ketiga tahun 2016. Kontribusi pendengar radio didominasi oleh Millenials (38%), Generasi X (28%), dan Generasi Z (19%). Sedangkan pendengar radio pada generasi Baby Boomers dan Silent Generation relatif sedikit yaitu 13% dan 2% saja. Temuan Nielsen Radio Audio Measurement kuartal ini menujukkan bahwa tingkat penetrasi radio pada konsumen, tertinggi berada di kota Palembang (97%), Makassar (60%), Bandung (54%), Banjarmasin (53%), dan Yogyakarta (51%).
            Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terkait strategi radio Prambors dalam mempertahankan eksistensinya, radio Prambors mampu bertahan di era modern ini walaupun banyaknya pesaing media lain seperti televisi, internet, dan stasiun radio lain. Hal ini dibuktikan dengan masih berdirinya radio Prambors sampai saat ini dengan jumlah pendengar yang tidak sedikit di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa cara yang dilakukan radio Prambors dalam mempertahankan eksistensinya yakni dengan memfokuskan target pendengar, membuat program siaran unggulan, mengadakan acara offline, mengadakan kuis, menarik perusahaan untuk menanam iklan, dan melakukan inovasi produk. Radio Prambors telah menargetkan remaja dan dewasa dari rentang usia 15-25 tahun sebagai pasar pendengar siaran mereka sejak tahun 1971. Prambors juga sukses dalam membuat program siaran yang diminati para pendengarnya diantaranya yaitu Desta & Gina In The Morning, Prambors Top 40, Jeli (Jelinan Kasih), The Dandees, dan Late Night Hot 20 Countdown. Selain membuat program siaran yang menarik, Prambors juga mengadakan acara offline seperti Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang suskes kala itu. Acara offline ini dibuat dengan tujuan sebagai wadah remaja Indonesia mengasah kemampuannya juga ditujukan sebagai sarana pengenalan radio Prambors untuk masyarakat Indonesia. Selain itu salah satu usaha Prambors dalam mempertahankan pendengarnya yaitu dengan cara mengadakan kuis, kuis yang dikembangkan pun beragam dengan hadiah yang kala itu cukup sensasional.
            Beberapa cara diatas dilakukan radio Prambors untuk mempertahankan pendengarnya dan juga sebagai sarana menarik perusahaan-perusahaan untuk menanam iklan di radio Prambors. Iklan memang salah satu sumber dana terbesar dari radio, tentunya ini akan menunjang operasional radio untuk terus berjaya di media Indonesia. Dari data The Nielsen Company (US) pada bulan Mei dan Juni 2016, spot iklan di radio terbanyak datang dari Unilever Rp 7 miliar, Telkomsel Rp 6 miliar, Tokopedia Rp 5 miliar, dan Alfamidi Rp 3 miliar. Untuk itu radio berlomba-lomba menjaga eksistensinya agar banyak iklan yang masuk, sehingga pemasukan dana di radio terus berjalan. Selain itu radio Prambors kini mulai berinovasi dengan membuat radio streaming atau radio online, ini dibuat untuk memudahkan pendengar yang diluar jangkauan siar radio Prambors agar dapat mengakses radio Prambors dan juga hal ini bertujuan sebagai salah satu strategi radio Prambors dalam mempertahankan eksistensinya.

REFERENSI :



Minggu, 08 Oktober 2017

Media Cetak Vs Media Online


            Pada era globalisasi saat ini kemajuan teknologi sudah sangat pesat, hal ini berpengaruh kepada perkembangan media. Sejarah perkembangan media di Indonesia melalui 5 tahap yaitu tahap pers perjuangan, pers politik, pers orde baru, pers pembangunan, dan pers industri atau bisa disebut pers reformasi. Dari media cetak kini berkembang menjadi media online, dunia semakin modern dan berkembang. Bagi para pelaku industri media di Indonesia, perkembangan media bagi pelaku industri media ternyata membawa dampak negatif salah satunya akan terjadi penurunan oplah penjualan media cetak. Hal ini dikarenakan media cetak dianggap oleh masyarakat kurang praktis dibandingkan media online yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, tentu hal ini menjadi tugas besar bagi pelaku industri media cetak untuk mempertahankan eksistensi media cetak.
 Dari pengamatan yang saya amati untuk mempertahankan eksistensinya, media cetak harus melakukan inovasi seiring perkembangan jaman. Hal ini perlu dilakukan karena masyarakat selaku konsumen media cetak juga merupakan pelaku modernisme, hal ini juga dipengaruhi sifat masyarakat yang lebih mengutamakan kemudahan akses dalam mengakses berita. Seperti yang tertera diatas, contoh kekurangan media cetak dibandingkan dengan media online yaitu kurang praktisnya media cetak dengan wujud berbentuk lembaran kertas sehingga kurang nyaman untuk dibawa ataupun diakses dimana saja. Berbeda dengan media online yang dapat kita akses hanya dengan melalui internet yang dapat diakses melalui telepon genggam, sehingga lebih praktis dan nyaman dibawa dan dibaca dimana saja dan kapan saja. Selain itu media cetak juga selalu mengalami delay apabila memberitakan hot news, dikarenakan proses yang panjang dalam penerbitan media cetak. Berbeda dengan media online yang tidak memerlukan proses penerbitan sepanjang media cetak, sehingga dalam hal ini meia online lebih unggul karena tidak mengalami delay dalam memberitakan hot news. Contoh media cetak seperti yang kita ketahui yaitu koran dan majalah, ada banyak koran dan majalah di Indonesia seperti koran Sindo dan majalah Gadis.
Pada masa media online belum terlalu berkembang, angka oplah atau jumlah salinan koran atau majalah yang dijual sangat tinggi. Namun setelah media online berkembang, angka oplah media cetak semakin menurun disebabkan oleh beberapa faktor yang telah saya jelaskan diatas. Dalam hal ini saya akan membahas lebih spesifik tentang industri media cetak di Indonesia, yaitu majalah gadis dari PT Femina Group. Gadis adalah nama majalah remaja wanita yang berasal dari Indonesia yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1973 dan sangat populer di Indonesia. Jika kita perhatikan majalah Gadis mampu mempertahankan eksistensinya sampai saat ini, tentunya ini didukung oleh berbagai inovasi yang dilakukan oleh majalah Gadis.
Sebagai pelaku industri media cetak, majalah Gadis terus mengikuti perkembangan zaman untuk melakukan berbagai inovasi pada majalahnya. Sebagai contoh, tampilan majalah Gadis dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Tampilan pada majalah Gadis dibuat semakin menarik dan berwarna untuk meningkatkan daya tarik pembaca, disamping itu majalah Gadis sebisa mungkin tidak menjadi majalah yang ketinggalan zaman. Oleh karena itu majalah Gadis mengikuti era modernisasi untuk mempertahankan eksistensinya melawan media online yang sedang berkembang dengan membuat majalah versi online. Strategi majalah Gadis dengan membuat versi online ini merupakan inovasi yang luar biasa, hal ini dibukikan dengan bertahannya majalah Gadis hingga saat ini disaat banyaknya media cetak yang gulung tikar. Sebagi seorang pelaku industri, majalah Gadis harus berpikir kreatif untuk menjaga eksistensinya. Hal ini telah dilakukan majalah Gadis dengan baik, jika pelaku industri media cetak bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik maka hal ini juga dapat membeeri dampak positif yang baik untuk media cetak.

REFERENSI








Contoh Press Release: Emina Creamy Tint

Idola Baru Untuk Lip Lovers: Emina Creamy Tint, dengan Formula Soft dan Longlasting Sebagai make up brand yang populer, Emina kembali mel...